SoalPilihan Ganda Materi Meneladani Perjuangan Rasulullah di Mekah 1. Rasulullah saw melakukan hijrah dari tanah kelahirannya, yaitu kota Mekah menuju kota Madinah adalah . a. Usulan yang dikemukakan oleh para pembesar Yatsrib b. Perintah dari Allah swt. kepada Rasullulah Saw c. Keinginan dari keluarga besar Nabi Muhammad Saw, yaitu Bani Hasyim
A selamatnya Rasullulah Saw. dari pembunuhan kaum kafir Quraisy B Rasullulah Saw. dapat menegakkan aqidah dan syariat islam C. kemenangan umat Islam dengan berdirinya pemerintahan Islam D. penyebab terjadinya peristiwa Fathu makkah tahun keenam Hijiriyah E. menjadi contoh perjuangan Rasulullah Saw. dalam berjihad 5. Hal yang tidak dilakukan
Meneladaniperjuangan rasulullah di makkah. Kompetisi inti dan kompetensi dasar 2. Rangkuman materi ini berpacu pada buku kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia edisi revisi 2016. Source: teropong.id. Hal ini juga sering digunakan untuk menyediakan koneksi bersama untuk jaringan lain dengan menggunakan link.
Vay Tiền Nhanh. Kerasulan Nabi Muhammad saw dan wahyu pertamanyaMenurut riwayat hadis yang sahih benar rasulullah diangkat menjadi rasul pada umur 40 tahun ketika malam 17 Ramadhan. Pada saat itu malaikat jibril datang dan menyampaikan wahyu yang pertama kepada rasulullah saw yaitu QS Al-Alaq ayat 1-5اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 1 خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 2 اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ 3 الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ 4 عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ 5Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak Al-Alaq ayat 1-5 itulah yang menjadi tanda awal mula Nabi Muhammad saw diangkat sebagai rasul. Kemudian setelah itu dalam kurun waktu 23 tahun Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah secara berangsur-angsur. Ayat-ayat yang diturunkanpun sesuai dengan kejadian terbaru atau faktual, sehingga setiap ayat yang turun tersebut hampir semuanya disertai dengan Asbabun Nuzul sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat. Ayat-ayat yang telah turun tersebut kemudian disatukan menjadi mushaf atau Al-Qur’ - ajaran Inti Rasulullah saw di Mekaha. AqidahKetika itu masyarakat Arab yang dilahirkan sebelum rasulullah lahir banyak yang berpegang pada ajaran musyrik, sehingga Allah mengutus rasulullah untuk menyebarkan ajaran tauhid ajaran yang bersumber dari wahyu-wahyu Allah swt. Rasulullah menyampaikan kepada kaum Quraisy bahwa Allah swt itu maha pencipta apa yang ada di dunia, langit dan Allah swt adalah dzat yang maha mengetahui segalanya, dan maha kuasa atas segala sesuatu. Sedangkan manusia adalah makhluk yang lemah dan hina, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebesaran Allah. Ajaran tentang keimanan merupakan ajaran inti yang disampaikan oleh rasulullah, terdapat banyak ayat yang memerintahkan rasulullah untuk mengajarkan keimanan ini, misalnya saja pada Al-Ikhlas yang artinya Katakanlah Muhammad, “Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”Dengan keyakinan iman atau ketauhidan rasulullah ini kemudian memunculkan sikap kuat para sahabat rasulullah dan mereka mempercayai bahwa Allah akan selalu ada dan melindungi, dengan keimanan ini pula para sahabat meyakini Allah akan memberikan kebahagian hidup kepada dalam kesempatan lain Rasulullah menyampaikan kepada pamannya Abu Thalib bahwa “Demi Allah, Paman, jika pun mereka meletakkan rembulan di tangan kananku dan matahari di tangan kiriku agar aku meninggalkan perintah ini, maka tidak akan aku tinggalkan. Dan biarlah Allah swt yang akan membuktikan apakah saya akan berhasil atau akan binasa”.Ketauhidan ini pula yang menjadikan seorang yang bernama Bilal bin Rabbah mampu bertahan ketika disiksa dan tetap mengungkapkan bahwa “Allah Maha Esa” dengan terus-menerus,b. AkhlakRasulullah terkenal dengan gelarnya yaitu Al-Amin yang dapat dipercaya, hal tersebut menunjukkan kemuliaan akhlak rasulullah. Tidak hanya itu nabi Muhammad merupakan pribadi yang juga suka menolong, pribadi yang sopan dengan menghormati dan selalu memuliakan tamu, pribadi yang berani dalam membela kebenaran, berprinsip dan tekun juga mengajarkan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang telah dilarang Allah swt, misalnya minum-minuman keras khamr, judi, membunuh, berzina dan perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya. Ketika Rasulullah mengajarkan perilaku-perilaku yang baik dan melarang perilaku-perilaku yang tidak baik, keduanya selalu berkesesuaian dengan apa yang diperintahkan oleh Allah swt. Seperti dalam QS. Al Hujarat ayat 10 yang artinya “sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertawakal kepada allah swt agar kamu mendapat rahmat.”Apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah selalu berkesesuaian antara teori dengan praktiknya. Akhlak Rasulullah mencerminkan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur’an itu sendiri. Tidak hanya dengan mengajarkan, namun juga dengan mencontohkannya dengan akhlak yang baik. Bahkan hal tersebut juga diakui oleh Michael H. Hart, merupakan seorang penulis dari barat yang menulis buku mengenai “100 Tokoh yang Berpengaruh di Dunia” dan mengatakan bahwa Rasulullah saw merupakan manusia tersukses yang dapat merubah perilaku manusia yang biadab menjadi beradab. Strategi Dakwah Rasulullah saw di MekahDalam dakwahnya di Mekah Rasulullah menggunakan 2 metode dakwah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi dan dakwah secara terang-terangan. dakwah secara sembunyi-sembunyi dilakukan dengan keluarga dan para sahabatnya, dakwah secara terang-terangan dilakukan dengan masyarakat Dakwah secara sembunyi-sembunyiDakwah secara sembunyi-sembunyi dilakukan Rasulullah dengan tujuan untuk keamanan Mekah sendiri, karena ketika itu orang Quraisy mempunyai watak yang keras dan masih meyakini berhala sebagai tuhan mereka. Pada metode ini dakwah difokuskan kepada orang-orang terdekat Rasulullah saw yakni keluarga dan para tersebut dilaksanakan di rumah Rasulullah, di situlah beliau mengajarkan mengenai risalah-risalah tauhid dan ajaran-ajaran tentang islam lainnya yang telah Allah swt wahyukan kepada Rasulullah saw. Dengan dakwah tersebut Rasulullah saw mengajak agar mereka meninggalkan agama nenek moyang yang mengajarkan untuk menyembah keluarga dan para sahabat tahu bahwa Nabi Muhammad merupakan orang yang terpuji sehingga mereka, baik keluarga maupun para sahabat yakin dan percaya kemudian mengikuti ajaran islam yang dibawakan oleh Rasulullah antara orang-orang pertama Asssabiqunal Awwalun yang masuk islam adalah Siti Khadijah, Ali Bin Abi Thalib, Zaid Bin Harizah, Dan Abu Bakar Assidiq. Kemudian setelah itu bertambah lagi, yaitu Utsman Bin Affan, Zubair Bin Awwam, Said Bin Abi Waqas, Abdurrahman Bin Auf, Taha Bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah Bin Jarah, Fatimah Bin Khatabb Beserta Suaminya Said Bin Zaid Al Adawi, dan beberapa orang lainnya yang merupakan orang-orang suku quraisy. Dakwah dengan sembunyi-sembunyi ini dilakukan oleh Rasulullah saw selama kurang lebih tiga tahun. b. Dakwah secara terang-teranganPada saat itu bersamaan dengan kejadian Rasulullah yang berada di atas bukit dan menyerukan secara lantang tentang agama yang dibawakan olehnya kepada orang-orang Mekah turun QS. Al Hijr ayat 94 yang artinya“maka sampaikanlah Muhammad secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang yang musyrik.”Berdasarkan ayat tersebut Rasulullah saw meyakini bahwa sudah waktunya beliau dan para pengikutnya berupaya untuk menyebarluaskan agama islam sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah swt. Kemudian setelah rasul dan sahabat serta pengikutnya menyebarluaskan agama islam sikap menolak ditunjukkan oleh orang-orang pamannya Abu Lahab dan istrinya juga menolak agama yang dibawakan Rasulullah. Tidak hanya rasul dan para pengikutnya juga mendapat siksaan dari orang-orang quraisy. Bahkan seorang budak yang bernama Bilal bin Rabbah tidak lepas dari siksaan tersebut, ia dicambuk dan juga dadanya ditindih dengan batu yang besarnya melebihi besar badan Bilal itu itu ada juga kisah tentang penyiksaan-penyiksaan yang lain. Pada waktu itu Rasulullah saw sedang bertawaf, kemudian datanglah Uqbah Bin Abi Mu’it. Kemudian Uqbah menyeret Rasulullah dan menekik leher beliau menggunakan sorban. Beruntungnya ketika itu ada orang lain yang melihat sehingga Rasulullah dapat AqabahOrang-orang quraisy terus melakukan perwalanan terhadap Rasulullah, sahabat dan para pengikutnya. Pernah waktu itu Nabi Muhammad berkunjung ke taif untuk menemui kepala sukunya yang bernama Saif, harapannya adalah Saif dan masyarakatnya mau mengikuti ajaran yang dibawakan oleh Rasulullah yang terjadi bukanlah demikian ia dan masyarakatnya itu justru sangat menolak. Bahkan mereka juga mengejek, melempari dan mengusir Rasulullah saw. Tidak ada satupun dari mereka yang mau menerima dakwah dari dari kejadian tersebut Nabi Muhammad beranggapan bahwa tidak mungkin lagi beliau terus berdakwah dengan cara yang demikian dengan tidak adanya dukungan dari quraisy dan suku-suku di Arab lainnya. Akhirnya Rasulullah berfokus kepada orang-orang atau suku-suku di sekitar Mekah yang datang setiap tahunnya ke Mekah untuk dari Rasulullah tersebut membuahkan hasil, orang-orang dari Yasrib tempat Ayah Rasulullah dimakamkan menerima agama yang dibawakan oleh Rasuluullah. Kota Yasrib dihuni oleh orang-orang arab dari suku Khazraj dan Aus dan yahudi, keduanya selalu berkonflik untuk mendapatkan dan Khazraj menguasai yasrib setelah kekalahan yahudi. Karena ketidakterimaan akibat kekalahan tersebut yahudi mengadu domba Aus dengan Kharzraj yang kemudian menimbulkan perang saudara dan dimenangkan Aus. Setelah itu yahudi yang dulu terusir dari yasrib kini sudah memenempati kota itu dan Khazraj pada akhirnya sama-sama menyadari bahwa permusuhan antara mereka justru menimbulkan kerugian, lalu mereka memutuskan mengangkat seorang pemimpin dari suku Khazraj yang bernama Abdullah bin Muhammad. Tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan karena kebanyakan dari suku khazraj berziarah ke orang-orang dari suku khazraj ini didengar oleh Nabi Muhammad saw dan kemudian beliau langsung datang ke mereka. Mereka diajak untuk memeluk agama islam, dan ajakan tersebut disambut baik oleh mereka. Setelah itu ketika pulang ke yasrib mereka mengatakan bahwa telah masuk islam kepada orang-orang di sana dan hal tersebut juga disambut baik oleh masyarakat pada ziarah taun berikutnya ada 12 orang yang datang untuk menemui Rasulullah di Aqabah, tempat yang digunakan mereka untuk berikrar kepada Nabi Muhammad saw yang menghasilkan perjanjian Aqabah I. Pada perjanjian tersebut mereka berikrar bahwa tidak akan menyekutukan Allah swt, tidak berzina, mencuri dan perbuatan-perbuatan keji Nabi Muhammad mengutus seorang yang bernama Mus’ab Bin Umair untuk mengajarkan agama islam secara utuh di kota Yasrib. Kemudian pada ziarah tahun 622 M datang orang dari yasrib berjumlah 75 yang 2 di antaranya adalah seorang perempuan, selanjutnya mereka diajak Rasulullah untuk mengadakaan pertemuan rahasia di Aqabah yang menghasilkan perjanjian Aqabah II yang isinya adalah ikrar kesetiaan mereka terhadap Nabi Muhammad saw dan agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad saw, sahabat dan para pengikutnya tidak hanya sampai di situ. Bahkan kemudian setelah penentangan dan penolakan orang - orang Quraisy tersebut Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Habsyi. Dan ketika perjanjian Aqabah II diketahui oleh orang-orang Quraisy, intimidasi lebih sering dilakukan terhadap Nabi Muhammad dan pengikutnya, sehingga Nabi Muhammad kemudian hijrah ke Yasrib yang sekarang lebih dikenal dengan kota - teman, dari sejarah perjuangan Rasulullah di kota mekah tersebut semoga dapat menambah wawasan kita mengenai agama islam dan tidak mudah patah semangat dalam memperjuangkan apa yang dicita - citakan seperti tidak patahnya semangat Nabi Muhammad saw, sahabat dan para pengikutnya dalam menyebarluaskan agama tauhid, agama ya robbal alamin…Bibliography1. Karta Raharja Ucu, A. M. 2018, November 24. Jalan Terjal Perjuangan Rasulullah. Retrieved Januari 2019, from NN. 2013, Maret. Dakwah Rasulullah secara Sembunyi-sembunyi. Retrieved Januari 2019, from NN. Materi PAI Kelas 11 SMA kurikulum 2013 Bab 5. Retrieved Januari 2019, from Atik Lestari
Materi Bab Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. di Mekah PAI Kelas 10 - Mempelajari kerasulan Nabi Muhammad Saw. Dakwah secara rahasian dan dakwah secara terang-terangan, perjanjian aqabah 1 dan 2, dan hijrah Nabi Muhammad dan kaum di sini Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK BukaBuku Pelajara SD, SMP/MTs, dan SMA/SMK BukaKumpulan Soal SMP dan SMA BukaA. Substansi Dakwah Rasulullah Saw. di Mekah1. Kerasulan Nabi Muhammad Saw. dan Wahyu PertamaMenurut beberapa riwayat yang sahih, Nabi Muhammad Saw. pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadan saat usianya 40 Jibril datang untuk membacakan wahyu pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu al-Alaq. Artinya “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan menulis, membaca. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” al-Alaq/961-5Setelah itu, Nabi Muhammad saw. menerima ayat-ayat al-Qur’ān secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat al-Qur’an turun disertai oleh Asbābun Nuzul sebab/kejadian yang mendasari turunnya ayat. Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama al-Musḥaf yang juga dinamakan al-Qur’ Ajaran-ajaran Pokok Rasulullah saw. di MekahAqidah Rasulullah Saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran Mulia Rasulullah Saw. mengajarkan untuk meninggalkan semua perbuatan mungkar dan mulai melakukan perbuatan yang baik dan sesuai agama Strategi Dakwah Rasululah saw. di MekahAda 2 tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat, dan dakwah secara terang-terangan kepada khalayak Dakwah secara Rahasia/Diam-Diam al-Da’wah bi al-SirrRasulullah Saw. berdakwah pertama kali secara sembunyi-sembunyi, karena agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan masyarakat saw. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orangorang terdekat, yaitu keluarga dan para secara diam-diam atau rahasia dilaksanakan Rasulullah saw. selama lebih kurang tiga tahun. Setelah memperoleh pengikut dan dukungan dari keluarga dan para sahabat, selanjutnya Rasulullah saw. mengatur strategi dan rencana agar ajaran Islam dapat diajarkan dan disebarluaskan secara terbuka. Orang-orang pertama as-sābiqunal awwalūn yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya yaituSiti Khadijah istriAli bin Abi Ţhalib adik sepupuZaid bin Harișah pembantu yang diangkat menjadi anakAbu Bakar Siddik sahabat.Beberapa alasan orang-orang menerima dan mau masuk agama Islam dari dakwah Nabi Muhammad Rasulullah saw. yang begitu luhur dan agung. Rasulullah saw. tidak pernah ia melakukan hal-hal yang tercela dan hina. Ia adalah pribadi yang sangat jujur dan amanah al-Amin, sabar, bijaksana, dan lemahlembut dalam menyampaikan ajakan serta ajaran Islam. Ajaran Islam yang rasional, logis, dan universal, menghargai hak-hak asasi manusia, memberikan hak yang sama, keadilan, dan kepastian hidup setelah mati. Menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya, yaitu ajaran-ajaran yang dibawa oleh para rasul terdahulu berupa penyembahan terhadap Allah Swt., berbuat baik terhadap sesama, menjaga kerukunan, larangan perbuatan tercela seperti membunuh, berzina, dan lain akan tradisi dan kebiasaan-kebiasaan lama yang begitu jauh dari nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai Dakwah secara Terang-terangan al-Da’wah bi al-JahrDakwah secara terang-terangan al-Da’wah bi al-Jahr dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah di sebuah bukit. Dengan dukungan istrinya Siti Khadijah, paman yang setia membelanya, yaitu Abu Thalib, serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah pula dengan keyakinan bahwa Allah Swt. senantiasa menyertai, dimulailah dakwah suci dakwah dilakukan kepada sanak keluarga, kemudian kepada kaumnya, dan penduduk Kota Mekah yang saat itu penyembahannya kepada berhala begitu yaitu Abu Lahab dan Abu Jahal sangat menentang dakwah Rasul. Mereka menolak mentah-mentah ajakan Rasulullah saw. dengan mengatakan bahwa agama merekalah yang paling benar. Penolakan yang disertai ejekan, cemoohan, hinaan bahkan Nabi Muhammad saw. telah mendapat perlindungan dari Banu Hasyim dan Banu Muţalib, beliau masih juga mengalami penyiksaan. Namun, setiap hari jumlah pengikut Nabi Muhammad saw. terus semangat kerasulannya serta keyakinan akan kebenaran ajaran Ilahi, gerakan dakwah Rasulullah saw. makin tersebar luas. Teman, sahabat, bahkan orang yang tidak dikenalnya, baik dari kalangan bangsawan terhormat maupun dari golongan hamba sahaya banyak yang mendengar dan memahami ajaran Islam, kemudian memeluk agama Islam dan beriman kepada Allah Swt. Rasulullah saw. makin tegas, lantang dan berani, tetapi tetap komitmen terhadap tugas, fungsi, dan wewenangnya sebagai rasul utusan Allah Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah upaya kaum kafir quraisy lakukan, mulai mengajak berdialog dengan mengiming-imingi berbagai bantuan hingga kekerasan yang dilakukan terhadap Rasulullah saw. dan para sahabat serta pengikut ajarannya. Puncak dari kejengkelan mereka dengan cara memboikot Rasulullah saw. dan para sahabatnya serta pengikutnya dari boikot ekonomi dan alasan kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah dan KeangkuhanFanatisme Buta terhadap LeluhurEksistensi dan Persaingan KekuasaanC. Contoh-Contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para PengikutnyaQuraisy memboikot kaum muslimin yang mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, dan kesengsaraan bagi kaum Jahal mencerca dan menghina Rasulullah bin Abi Mu’it menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret ke luar Lahab dan istrinya Ummu Jamil dengan keji melemparkan barang-barang kotor seperti kotoran domba ke kepala Rasulullah Perjanjian Aqabah1. Perjanjian Aqabah 1Pada saat musim ziarah, datanglah 12 orang penduduk Yasrib menemui Nabi Muhammad saw. di Aqabah. Di tempat tersebut mereka berikrar kepada Nabi yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Aqabah 1. Pada Perjanjian Aqabah 1 ini, orang-orang Yasrib berjanji kepada Nabi untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik di depan atau di belakang, jangan menolak berbuat kebaikan. Siapa mematuhi semua itu akan mendapat pahala surga dan kalau ada yang melanggar, persoalannya kembali kepada Allah Swt. Selanjutnya, Nabi menugaskan Mus’ab bin Umair untuk membacakan al-Qur’an, mengajarkan Islam serta seluk-beluk agama Islam kepada penduduk Yasrib. Sejak itu, Mus’ab tinggal di Yasrib. Jika musim ziarah tiba, ia berangkat ke Mekah dan menemui Nabi Muhammad saw. Dalam pertemuan itu, Mus’ab menceritakan perkembangan masyarakat muslim Yasrib yang tangguh dan kuat. Berita ini sungguh menggembirakan Nabi dan menimbulkan keinginan dalam hati Nabi untuk hijrah ke Perjanjian Aqabah 2Pada tahun 622 M, peziarah Yasrib yang datang ke Mekah berjumlah 75 orang, dua orang di antaranya perempuan. Kesempatan ini digunakan Nabi melakukan pertemuan rahasia dengan para pemimpin mereka. Pertemuan Nabi dengan para pemimpin Yasrib yang berziarah ke Mekah disepakati di Aqabah pada tengah malam pada hari-hari Tasyriq tidak sama dengan hari Tasyriq yang sekarang. Malam itu, Nabi Muhammad saw. ditemani oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muṭṭalib yang masih memeluk agama nenek moyangnya menemui orang-orang Yasrib. Pertemuan malam itu kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perjanjian Aqabah 2. Pada malam itu, mereka berikrar kepada Nabi sebagai berikut, “Kami berikrar, bahwa kami sudah mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan di jalan Allah Swt. ini kami tidak gentar terhadap ejekan dan celaan siapapun.”Setelah masyarakat Yasrib menyatakan ikrar mereka, Nabi berkata kepada mereka, “Pilihkan buat saya dua belas orang pemimpin dari kalangan kalian yang menjadi penanggung jawab masyarakatnya”. Mereka memilih sembilan orang dari Khazraj dan tiga orang dari Aus. Kepada dua belas orang itu, Nabi mengatakan, “Kalian adalah penanggung jawab masyarakat kalian seperti pertangungjawaban pengikut-pengikut Isa bin Maryam. Terhadap masyarakat saya, sayalah yang bertanggung jawab. ”Setelah ikrar selesai, tiba-tiba terdengar teriakan yang ditujukan kepada kaum Quraisy, “Muhammad dan orang-orang murtad itu sudah berkumpul akan memerangi kamu!”. Semua kaget dan terdiam. Tiba-tiba Abbas bin Ubadah, salah seorang peserta ikrar, berkata kepada Nabi, “Demi Allah Swt. yang mengutus Anda berdasarkan kebenaran, jika Nabi mengizinkan, besok penduduk Mina akan kami habisi’ dengan pedang kami.” Lalu, Nabi Muhammad saw. menjawab, “Kita tidak diperintahkan untuk itu, kembalilah ke kemah kalian!” Keesokan harinya, mereka bangun pagi-pagi sekali dan segera bergegas pulang ke Peristiwa Hijrah Kaum Muslimin1. Hijrah ke Abisinia HabsyiPeristiwa hijrah ke Abisinia ini sungguh tidak menyenangkan kaum Quraisy dan menimbulkan kekhawatiran yang sangat besar. Ada dua hal yang dikhawatirkan oleh kaum Quraisy, yaitu Kaum muslimin akan dapat menjalin hubungan yang luas dengan masyarakat Arab Kaum muslimin akan menjadi kuat dan kembali ke Mekah untuk menuntut balas. Oleh karena itu, mereka mengutus Amr bin As dan Abdullah bin Rabi’ah kepada Raja Najasyi agar mau menyerahkan kaum muslimin yang berhijrah ke setelah raja meminta kejelasan dari kedua pihak, akhirnya Raja Najasyi malah memberikan perlindungan kepada kaum muslimin hingga kemudian mereka hidup untuk beberapa lama di negeri yang jauh dari tanah Hijrah ke MadinahPeristiwa Ikrar Aqabah 2 diketahui oleh orang-orang Quraisy. Sejak itu tekanan, intimidasi, dan siksaan terhadap kaum muslimin makin meningkat. Kenyataaan ini mendorong Nabi segera memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Yasrib. Dalam waktu dua bulan saja, hampir semua kaum muslimin, sekitar 150 orang telah berangkat ke Yasrib. Hanya Abu bakar dan Ali yang masih menjaga dan membela Nabi di Mekah. Akhirnya, Nabi pun hijrah setelah mendengar rencana Quraisy yang ingin membunuhnya. Nabi Muhammad saw. dengan ditemani oleh Abu Bakar berhijrah ke Yasrib. Sesampai di Quba, 5 km dari Yasrib, Nabi beristirahat dan tinggal di sana selama beberapa hari. Nabi menginap di rumah Umi Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun sebuah masjid yang menjadi masjid pertama yang dibangun pada masa Islam yang kemudian dikenal dengan Masjid Quba. Tak lama kemudian, Ali datang menyusul setelah menyelesaikan amanah yang diserahkan Nabi kepadanya pada saat berangkat hijrah. Ketika Nabi memasuki Yasrib, ia dielu-elukan oleh penduduk kota itu dan menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, nama Yasrib diganti dengan Madinatun Nabi kota Nabi atau sering pula disebut dengan Madinatun Munawwarah kota yang bercahaya. Dikatakan demikian karena memang dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh penjuru dunia. F. Menerapkan Perilaku Mulia dari perjuangan dakwah Rasulullah Memiliki Sikap TangguhSikap tangguh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakatMenggunakan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan prestasi yang tinggi. Secara terus-menerus mencoba sesuatu yang belum dapat dikerjakan sampai ditemukan solusi untuk mengatasinya. Melaksanakan segala peraturan di sekolah sebagai bentuk pengamalan sikap disiplin dan tanggung segala perintah agama dan menjauhi larangannya dengan penuh keikhlasan. Tidak putus asa ketika mengalami kegagalan dalam meraih suatu keinginan. Jadikanlah kegagalan sebagai cambuk agar tidak mengalaminya lagi di kemudian Memiliki Jiwa BerkorbanPerilaku yang mencerminkan jiwa berkorban dalam kehidupan sehari-hariMenyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang kepentingan bersama di atas kepentingan sebagian harta untuk membantu orang lain yang !Maksud dari dengan sikap tangguhManfaat bertawakkalKebenaran harus ditegakkanAyat 1 – 5 Surah al-AlaqAyat 1 – 7 Surah al-MuddassirRangkuman Materi Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw. PAI Kelas 10Sumber Buku PAI Kelas 10
Salah satu materi PAI kelas 10 adalah materi meneladani perjuangan dakwah Rasululllah Saw di Madinah. Ada banyak keteladanan dalam kisah Nabi Saw pada fase perjuangan di Madinah ini. Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di MadinahA. Memahami Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad Hijrah, Titik Awal Dakwah Rasulullah saw. di Madinah2. Faktor-faktor yang Membuat Rasulullah Hijrah ke MadinahB. Substansi Dakwah Nabi saw. di Madinah1. Membina Persaudaraan antara Kaum Anśar dan Kaum Muhajirin2. Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam3. Mengajarkan Pendidikan Politik, Ekonomi, dan SosialC. Strategi Dakwah Nabi di Madinah1. Meletakkan Dasar-Dasar Kehidupan Bermasyarakat2. Melakukan Politik Luar Negeri dengan Negara Asing3. Surat Nabi Muhammad saw. kepada Para Raja4. Penaklukan Mekah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah Di dalam bab ini, ada berbagai sub pembahasan. Kamu bisa cek daftar isinya ini A. Memahami Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad saw. 1. Hijrah, Titik Awal Dakwah Rasulullah saw. di Madinah Hijrah secara bahasa artinya berpindah. Adapun dalam pembahasan ini, hijrah didefinisikan sebagai berpindahnya Rasulullah saw. dan para sahabatnya dari Makkah ke Yastrib Madinah. Peristiwa hijrah merupakan titik awal dakwah Rasulullah yang baru. Ketika di Makkah, beliau tidak memiliki kekuasaan pemerintahan, sehingga dalam dakwahnya beliau ditekan oleh kaum kafir Quraisy. Adapun di Madinah beliau memiliki kekuasaan pemerintahan, sehingga beliau lebih leluasa dalam melaksanakan dakwahnya. 2. Faktor-faktor yang Membuat Rasulullah Hijrah ke Madinah Merupakan perintah Allah Swt. Dakwah di Makkah sudah tidak berkembang Masyarakat Madinah memberikan kekuasaan pemerintahan terhadap beliau Penyiksaan dan pemboikotan yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum muslim B. Substansi Dakwah Nabi saw. di Madinah Substansi adalah inti atau pokok. Dalam hal ini, inti dakwah Nabi Saw. di madinah adalah 1. Membina Persaudaraan antara Kaum Anśar dan Kaum Muhajirin Kaum Muhajirin adalah sebutan bagi pengikut Rasulullah saw. yang hijrah dari Mekah ke Madinah. Adapun kaum Anshar adalah penduduk Madinah yang menolong Nabi dan para sahabatnya. Strategi Nabi mempersaudarakan Muhajirin dan Anśar adalah untuk mengikat setiap pengikut Islam yang terdiri atas berbagai macam suku dan kabilah ke dalam suatu ikatan masyarakat yang kuat, senasib, seperjuangan dengan semangat persaudaraan Islam. 2. Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam Di Madinah, Nabi saw. membentuk masyarakat dengan berlandaskan islam. Masyarakat adalah kumpulan manusia yang disatukan dengan pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama. Dalam hal ini, beliau menjadikan islam sebagai asas dalam bermasyarakat. Dalam pelaksanaanya beliau mengaplikasikan beberapa hal, yaitu Kebebasan beragama Melaksanakan setiap hukum islam Menerapkan prinsip-prinsip kemanusiaan 3. Mengajarkan Pendidikan Politik, Ekonomi, dan Sosial Selain mengajarkan ahlak dan ibadah, beliau saw. juga mengajarkan urusan-urusan keduniaan. Beliau mampu menggabungkan aspek keduniaan dan keakhiratan menjadi sebuah sinergi yang begitu brilian. Pengaruh beliau hingga saat ini masih terasa oleh seluruh kaum muslim di dunia. C. Strategi Dakwah Nabi di Madinah Sebagai seorang pemimpin dan politisi, Nabi Saw. membuat berbagai strategi untuk mencapai tujuan yang beliau inginkan. Diantara strategi tersebut ialah 1. Meletakkan Dasar-Dasar Kehidupan Bermasyarakat Sesampainya di Madinah, Nabi Muhammad saw. segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi adalah seperti berikut Membangun masjid Membangun ukhuwah Islamiyah Menjalin persahabatan dengan pihak-pihak lain yang nonmuslim 2. Melakukan Politik Luar Negeri dengan Negara Asing Politik luar negeri islam adalah dengan dakwah dan jihad. Ketika suatu kaum/Negara sudah beliau dakwahi agar masuk islam atau tunduk kepada aturan islam dengan membayar jizyah, dan mereka menolak juga menentang keras islam maka kaum tersebut akan diperangi oleh Rasulullah saw. Hal inilah yang dialami oleh kaum Quraisy. Mereka terus menentang keras dakwah Nabi. Sehingga akhirnya terjadilah peperangan antara kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy, diantaranya Perang Badar Perang Uhud Perang Ahzab Selain itu Nabi Muhammad juga memerangi musuh-musuhnya selain kaum Quraisy, diantaranya adalah dalam Perang Hunain Perang Tabuk Perang Mu’tah 3. Surat Nabi Muhammad saw. kepada Para Raja Genjatan senjata antara Nabi Muhammad saw. dan musyrikin Quraisy telah memberi kesempatan kepada Nabi Muhammad saw. untuk melirik negeri-negeri lain sambil memikirkan cara berdakwah ke sana. Salah satu cara yang ditempuh Nabi Muhammad saw. adalah dengan berkirim surat kepada raja-raja, para penguasa negeri-negeri tersebut. Di antara raja-raja yang dikirimi surat oleh Nabi Muhammad saw. adalah raja Gassan, Mesir, Abisinia, Persia, dan Romawi. Tidak satu pun dari raja-raja tersebut menyambut dan menerima ajakan Nabi Muhammad saw. Semuanya menolak dengan cara yang beragam. Ada yang menolak dengan baik dan simpati dan ada pula yang menolak dengan kasar sepert yang dilakukan oleh Raja Gassan. Ia tidak sekadar menolak, bahkan utusan Nabi Muhammad saw. ia bunuh dengan kejam. 4. Penaklukan Mekah Orang-orang Mekah telah membatalkan secara sepihak Perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. segera berangkat ke Mekah dengan orang tentara. Tanpa kesulitan, Nabi Muhammad saw. dan pasukannya memasuki Mekah dan berhala-berhala di seluruh sudut negeri dihancurkan. Setelah itu Nabi berkhutbah memberikan pengampunan bagi orang-orang Quraisy. Akhirnya Makkah pun berada dalam kekuasaan dan pemerintahan islam. Nah itulah berbagai peristiwa di Madinah yang menjadi dasar materi meneladani perjuangan dakwah Rasulullah Saw di Madinah. Semoga bisa bermanfaat. Post Views 3,505
materi meneladani perjuangan rasulullah saw di mekah